Inspirasi Politik dari Mata Air Bung Karno dan Sjahrir: Pengantar dari Denny JA untuk Buku Puisi Esai Isti Nugroho
- Penulis : Maulana
- Kamis, 04 Juli 2024 09:29 WIB

“Istriku masak ketela, kalian makan saja!” Ucapnya serak, suaranya seperti memanggil burung-burung.”
Isti Nugroho juga mengisahkan pertemuannya dengan pemikiran Bung Sjahrir dengan simbol.
“Benar, kami juga bermain di sungai lain yang dijaga Pak Sosialis.”
Baca Juga: Golkar Sebut Hasil Survei LSI Denny JA Jadi Rujukan di Pilkada NTB 2024
“Sungai itu jernih dan tenang, airnya terasa manis.
Ada kanal-kanal air untuk menggenangi sawah dan ladang.”
“Sungai tak bisa dibiarkan berbohong. Harus ditata dan diatur agar orang rakus tak bisa menguasai air!” Pak Sosialis bicara agak keras.
Di akhir puisi, Isti juga menceritakan kisah kedua pendiri bangsa itu tidak baik-baik saja. Namun pemikiran dan gagasan mereka terus memberi inspirasi:
“Kami berharap sungai Pak Marhaen mengirimkan air tinggi hingga mengguncang bumi dan meluaskan sawah-sawah.
Juga memaksa kerbau-kerbau milik para juragan lepas dari kandang.
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA dengan asisten Artificial Intelligence soal The Harmony of Religions
Namun air bah itu tak pernah datang.”