
Catatan Denny JA: Seniman yang Tak Kembali (Istimewa)
tapi hatinya masih tertinggal di gang sempit Bandung,
di tawa pasar alun-alun.
Rindu yang tak berjawab.
Rahman ingin pulang,
bukan ke tanah yang melupakannya,
tapi ke dirinya sendiri—
pelukis yang bebas,
penyair yang menghidupi cinta.
Namun tubuhnya rapuh,
tangannya gemetar di setiap sapuan kuas,
Sumber: Rilis