
Catatan Denny JA: Seniman yang Tak Kembali (Istimewa)
tahun enam puluhan,
mengejar bintang revolusi.
Padahal yang ia dambakan hanya gerimis
di atas genteng rumah di Bandung,
dan senja tenggelam di Dago.
Ia tak pernah ingin menjadi prajurit politik.
Ia hanya pelukis,
yang berbicara dalam diam,
penyair yang merangkul dunia dengan lembut.
Tapi roda sejarah tak berhenti,
Sumber: Rilis