
Catatan Denny JA: Seniman yang Tak Kembali (Istimewa)
Oleh Denny JA
COSMOABC.COM - Setelah terlempar oleh prahara politik tahun 1960-an di negeri asing, Rahman menyadari bahwa hidupnya bukanlah tentang revolusi, melainkan tentang cinta yang dituangkan dalam lukisan dan puisi.)
-000-
Rahman duduk di kursi tua,
dinaungi pohon yang menggenggam kenangannya.
Tubuhnya layu,
seperti daun yang enggan jatuh.
Matanya menatap langit pudar,
kanvas kelabu yang kehilangan warna.
Hari-harinya membeku,
Sumber: Rilis