Imajinasi Faktual dalam Lukisan Denny JA
- Penulis : Maulana
- Minggu, 25 Agustus 2024 21:38 WIB

Imajinasi Faktual dalam Lukisan Denny JA

2

3

4
Begitu seterusnya. Jikalau ia menghendaki banyak unsur, maka unsur-unsur itu akan dicari dari aplikasi lain. Atau bahkan diambil dari footage atau gambar hasil rekaman sendiri yang ia punya. Atau yang sengaja ia beli, agar tidak melanggar hak cipta.
Semua unsur itu kemudian digabungkan, dan lantas dicetak di atas kanvas.
Kita bisa membayangkan betapa kerumitan akan muncul ketika pelukis harus menggubah adegan-adegan kolosal yang memerlukan kompleksitas pergerakan.
Baca Juga: Denny JA Mengungkap 3 Fakta Tercecer Sejarah Bangsa
Ada figur yang menunduk, ada yang tegak, ada yang jongkok. Ada figur yang tersenyum simpul, ada yang muram, ada yang tertawa lebar, dan ada yang menitikkan air mata.
Ada satwa yang melompat kabur, ada tetumbuhan yang sedang tumbuh subur. Di sini, kemampuan seorang pelukis dalam memverbalisasi bentuk - demi memformat perintah atas perangkat AI - sangat diperlukan.
Denny mampu melakukan itu dengan baik. Ia menyebut bahwa AI adalah asisten seni yang secara cermat ia didik.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Kisah Cinta Tanah Air di Dalam Film Eksil
Lalu, untuk memasukkan unsur rasa serta emosi, Denny melakukan campur tangan dengan membuat sentuhan langsung dengan kuas, pena, pisau palet, dan sebagainya. Sehingga memunculkan sapuan dan garis manual, goresan dan pulasan spontan, tekstur, lelehan cat, dan semacamnya.
Intervensi manual ini sering berfungsi sebagai finishing touch, dan menjadikan lukisan sebagai karya yang punya sentuhan jiwa pribadi. Agar karya tidak didominasi oleh perupaan hasil program text-to-image generator yang difasilitasi mesin generatif AI.
Metodologi penciptaan lukisan seperti ini belum pernah dilakukan secara total oleh seniman sebelumnya, kecuali oleh Denny JA.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Dibatalkannya RUU Pilkada dan Pentingnya Kompetisi Politik
**-000-**