Imajinasi Faktual dalam Lukisan Denny JA
- Penulis : Maulana
- Minggu, 25 Agustus 2024 21:38 WIB

Imajinasi Faktual dalam Lukisan Denny JA

2

3

4
Lukisan-lukisan Denny jelas menyarankan secara visual ayat-ayat mulia itu.
Lukisan-lukisan tersebut tampil realis dengan warna-warna “sensasional” yang tersusun dalam komposisi rapi, cerah, tajam, dan tegas. Bauran gradasi berhasil menampilkan anasir gelap-terang bayangan serta draperi, sehingga setiap obyek dan figur tampil hidup. Pencapaian yang menyenangkan untuk gubahan lukisan AI!
Dalam pertunjukan ini, Denny juga menghadirkan tema-tema aktual dan bahkan kontekstual. Lukisan itu berjudul *Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia*.
Baca Juga: Denny JA Mengungkap 3 Fakta Tercecer Sejarah Bangsa
Lukisan menggambarkan Paus sedang membasuh kaki seorang pemuda di tepian sungai yang mengalir jernih. Proses pembasuhan itu disaksikan oleh banyak orang.
Dalam satu lukisannya, Paus diperlihatkan sedang membasuh kaki seorang penganut Hindu. Sementara pada lukisan lain, Paus sedang membasuh kaki seorang Muslim di sehampar kedung nan bening. Tak jauh dari tempat pembasuhan itu tampak menjulang menara dan kubah masjid.
Denny tahu benar hikayat Paus Fransiskus membasuh kaki. Dan itu dimulai ketika pada Maret 2024 lalu, Paus Fransiskus berada di Penjara Rebibbia, Roma, untuk merayakan Misa Perjamuan Terakhir Kamis Putih bersama narapidana.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Kisah Cinta Tanah Air di Dalam Film Eksil
Di situ, Paus membasuh kaki para narapidana, yang dimaknai sebagai sikap yang menghormati kesetaraan dan kerendah-hatian.
Namun, Paus Fransiskus sendiri memulai tradisi itu pada tahun 2018 ketika berada di Penjara Regina Coeli, Roma. Suatu ritual yang meneruskan tradisi basuh kaki yang dilakukan Paus Yohanes XXIII pada 1959.
Basuh kaki adalah wujud perbuatan dari pikiran dan hati yang mempercayai bahwa semua orang adalah sama dan setara. Dan itu dalam Alkitab, lewat Yohanes 13:13, Matius 16:24, serta Lukas 9:23, dimaktubkan sebagai pengingatan.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Dibatalkannya RUU Pilkada dan Pentingnya Kompetisi Politik
Guru harus rela berendah hati agar dapat melakukan pekerjaan seorang pelayan. Guru, atau Paus, adalah pelayan.