DECEMBER 9, 2022
Lifestyle

Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke- 6: Yang Tercecer di Era Kemerdekaan 

image
Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke- 6: Yang Tercecer di Era Kemerdekaan (Foto: Facebook Denny JA)

Setiap hari Kamis itu puluhan ibu-ibu, bapak-bapak, laki-laki dan perempuan berdemonstrasi di depan istana negara di Jakarta dengan membawa payung hitam. Mereka mencari keluarga mereka yang hilang. Denny JA pun menggali kisah di balik peristiwa hilangnya seorang aktivis di tahun 1998.

Buku puisi esai Denny JA yang ketiga menggali kisah-kisah yang lebih filosofis. Judulnya "Roti Untuk Hati (2015)". Buku tersebut dapat dibaca dengan klik Link ini.

Ini kisah-kisah yang lebih filosofis. Ia menggambarkan perjalanan individu mencari makna hidup. Ia menggali kisah-kisah mengenai agama, seni hidup. Juga mengenai cara individu menemukan arti dan panggilan hidupnya.

Baca Juga: Ketua Umum SATUPENA Denny JA Terima Anugerah Literasi Budaya IMLF 2024

Buku puisi esai keempat Denny berjudul “Jiwa Yang Berzikir,” (2018). Puisi esai ini lebih menggali ayat-ayat kitab suci Al-Quran. Memang puisi Jiwa Yang Berzikir ini dibuatnya sepenuh bulan Ramadhan. Buku tersebut dapat dibaca dengan klik Link ini.

Denny JA mencoba memutar 30 juz Al-Quran, mencari apa intisari dari juz itu. Lalu ia padukan dengan kisah-kisah sejarah yang pernah terjadi, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh negeri. 

Buku puisi esainya yang kelima judulnya adalah “Jeritan Setelah Kebebasan,” (2022). Buku ini mengenai aneka konflik primordial yang terjadi setelah reformasi. Buku tersebut dapat dibaca dengan klik Link ini.

Baca Juga: Potensi Ledakan dari Pameran Lukisan AI Denny JA

Di Maluku, konflik antara Kristen dan Muslim. Di Sampit, terjadi perpecahan antara suku Madura dan suku Dayak. 

Di Lampung, konflik antara suku Lampung dan Bali. Di Jakarta terjadi amuk masa terhadap etnik Tionghoa. Sedangkan di Mataram, NTB, kasus pengungsian dari pemeluk agama Ahmadiyah. 

-000-

Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA dengan asisten Artificial Intelligence soal The Harmony of Religions

Denny JA membandingkan betapa berbedanya konteks sosial ketika ia menerbitkan buku puisi esainya yang ke-6 tahun 2024 dibandingkan buku puisi esainya yang pertama, “Atas Nama Cinta,” (2012).

Halaman:
1
2
3
4
5
6
Sumber: Kiriman Denny JA

Berita Terkait