Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke- 6: Yang Tercecer di Era Kemerdekaan
- Penulis : Maulana
- Senin, 24 Juni 2024 13:01 WIB

Ia paham, pastilah Bung Karno sangat ingin sekali Indonesia merdeka. Tapi apa daya saat itu Jepang yang berkuasa. Jepang baru saja mengalahkan Belanda.
Bung Karno punya pilihan bekerja sama dengan Jepang melawan sekutu tentara. Bung Karno meyakini Jepang nantinya akan membantu Indonesia untuk menang.
Karena harapan itu, Bung Karno membantu Jepang mendapatkan tenaga kerja Indonesia yang banyak bagi aneka programnya. Salah satunya adalah program untuk memobilisasi tenaga kerja.
Baca Juga: Ketua Umum SATUPENA Denny JA Terima Anugerah Literasi Budaya IMLF 2024
Bung Karno mengakui sendiri ia ikut memobilisasi pemuda-pemuda Indonesia untuk mau bekerja sebagai romusha. Ia berfoto untuk itu. Bung Karno juga berkampanye agar program itu sukses.
Bung Karno tidak menyangka ternyata pemuda-pemuda yang bekerja untuk Jepang yang menderita, dengan sangat sekarat. Tersiksa. Terhina.
Banyak dari mereka dikirim bertumpuk-tumpuk di kereta api, yang pengap. Lalu sebagian mati di kereta api. Mayatnya pun dibuang di jalan.
Baca Juga: Potensi Ledakan dari Pameran Lukisan AI Denny JA
Banyak dari mereka juga yang dikirim ke luar negeri naik kapal laut berdesakan. Tanpa makanan yang cukup. Tanpa fasilitas kesehatan yang memadai.
Banyak pula yang mati di kapal. Mayatnya pun dibuang ke laut.
Sementara banyak pula yang bekerja di luar negeri ataupun bekerja di luar Jawa sana. Mereka mati karena kelaparan, atau penyakit yang tidak diobati. Atau badan mereka kurus kering, tinggal tulang belulang saja diselimuti oleh kulit.
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA dengan asisten Artificial Intelligence soal The Harmony of Religions
Foto dari mereka yang bekerja di romusha ini pun masih bisa kita lihat di Google. Bung Karno mengakui betapa ia sangat sedih. Ia tidak menyangka dan menyesal dengan kondisi rakyat Indonesia yang sempat ia mobilisasi.