DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Retreat Para Penulis untuk Kemerdekaan 

image
Catatan Denny JA: Retreat Para Penulis untuk Kemerdekaan  (Istimewa)

“Sudahkah Pengidap Gangguan Mental Merdeka?” karya Damar Pratama mengeksplorasi sisi lain dari kemerdekaan.

Ini tantangan yang dihadapi oleh individu dengan gangguan mental di Indonesia, termasuk stigma sosial dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan mental.

Esai ini mempertanyakan apakah mereka benar-benar merdeka ketika hak dasar untuk mendapatkan perawatan dan dihormati sebagai manusia sering diabaikan.

Baca Juga: Catatan Denny JA: Ketika 221 Penulis Bersaksi soal Pemilu dan Demokrasi di Indonesia Tahun 2024

Tulisan ini menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya tentang kebebasan fisik atau politik, tetapi juga kebebasan dari stigma dan diskriminasi.

Dengan mengangkat contoh nyata, penulis menyoroti kebutuhan mendesak untuk reformasi sistem kesehatan mental dan perubahan persepsi sosial, sehingga kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hak yang sama harus pula dirasakan oleh mereka yang hidup dengan gangguan mental.

Dalam “Kepintaran Buatan: Sahabat atau Penguasa?”, Saskia Ubaidi membahas ambivalensi kecerdasan buatan (AI). Apakah AI menjadi alat yang memperkaya kehidupan atau ancaman yang mengambil alih kendali manusia?

Penulis menggali dampak AI terhadap pekerjaan, privasi, dan otonomi pribadi, serta mengajukan pertanyaan mendalam tentang hubungan manusia dengan teknologi.

Esai ini menghubungkan tema kemerdekaan dengan tantangan era digital. Penulis berargumen bahwa kendali atas teknologi adalah bentuk baru perjuangan kemerdekaan.

Jika AI dibiarkan tanpa pengawasan etis, ia bisa menjadi penguasa yang mengancam kebebasan manusia.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
Sumber: Catatan Denny JA: Retreat Para Penulis untuk Kemerdekaan 

Berita Terkait