Catatan Denny JA: Hukum Kedua Hidup Bermakna, Positivity
- Penulis : Maulana
- Sabtu, 19 Oktober 2024 10:26 WIB

Steve Jobs mengalami kejatuhan besar ketika pada tahun 1985 ia dipecat dari perusahaan yang ia dirikan sendiri, Apple. Pada saat itu, ia mengalami krisis pribadi dan profesional yang mendalam.
Namun, alih-alih terjebak dalam kesedihan atau kemarahan, Jobs menggunakan positivity untuk memandang situasi tersebut sebagai peluang untuk tumbuh dan menemukan jalan baru.
Setelah kejatuhannya, Jobs mendirikan perusahaan komputer baru bernama NeXT dan membeli Pixar, sebuah studio animasi kecil yang saat itu tidak terlalu dikenal.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Wahai Para Esoteris, Berkumpulah
Pixar kemudian menjadi salah satu studio animasi paling sukses di dunia dengan film seperti Toy Story, yang merupakan film animasi komputer pertama yang mencapai kesuksesan besar.
Keberhasilan Pixar membuat Jobs menjadi miliarder. Tahun-tahun berikutnya, Jobs dipanggil kembali ke Apple, yang saat itu sedang mengalami penurunan tajam.
Dengan visi dan semangat positifnya, Jobs memimpin kebangkitan Apple melalui inovasi-inovasi revolusioner seperti iMac, iPod, iPhone, dan iPad.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Pertama Hidup Bermakna, Hubungan Personal
Transformasi yang dibawanya tidak hanya menyelamatkan Apple dari kebangkrutan, tetapi juga menjadikannya salah satu perusahaan teknologi terbesar dan paling berpengaruh di dunia.
Jobs sendiri pernah menyatakan dalam pidato wisuda di Stanford University bahwa dipecat dari Apple adalah salah satu hal terbaik yang pernah terjadi padanya.
Ini memungkinkan dia untuk berpikir lebih kreatif dan bebas dari tekanan perusahaan besar. Sikap positivity-nya, yang memandang kejatuhannya sebagai peluang untuk memulai lagi dan tumbuh, menjadi kunci keberhasilannya yang luar biasa.
Kisah Steve Jobs menunjukkan bahwa positivity dalam menghadapi kejatuhan dapat menghasilkan berkah yang tak terduga dan menjadi fondasi untuk sukses yang lebih besar di masa depan.