Catatan Denny JA: Hukum Pertama Hidup Bermakna, Hubungan Personal
- Penulis : Maulana
- Jumat, 18 Oktober 2024 09:17 WIB

Oleh Denny JA
COSMOABC.COM - “Hidup yang baik dibangun dari hubungan personal yang hangat dan bermakna.”
—Robert Waldinger, Direktur Harvard Study of Adult Development
Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
Kutipan ini menyampaikan kebijaksanaan yang mendalam dan sederhana. Hidup yang baik, seperti yang dikatakan Waldinger, tidak ditemukan dalam pencapaian materi atau status. Hidup yang bermakna justru lahir dalam kehangatan dan keintiman hubungan antar manusia.
Namun, apakah hubungan personal yang hangat sudah cukup untuk menjamin kebahagiaan dalam hidup seseorang? Jika kita melihat lebih dalam, perspektif ini masih meninggalkan ruang untuk kritik, terutama dari sisi struktural dan sosial.
Kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh relasi personal, tetapi juga oleh kondisi sosial-ekonomi yang melingkupi individu. Sebuah hubungan yang baik tidak selalu dapat menopang kebahagiaan jika orang tersebut hidup dalam sistem ekonomi yang tidak adil atau terjebak dalam alienasi kapitalistik.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Wahai Para Esoteris, Berkumpulah
Dari sudut pandang Marxisme, ketidakadilan sosial ini sering kali menghalangi kebahagiaan, meskipun seseorang memiliki hubungan personal yang hangat.
Kebahagiaan juga harus dikaitkan dengan kondisi struktural yang lebih adil, bukan sekadar relasi antarindividu.
Di tengah laju kehidupan modern yang dipenuhi target dan impian pribadi, kita sering kali melupakan bahwa kebahagiaan sejati berakar dari hubungan yang hangat—persahabatan yang tulus, kasih sayang keluarga, dan cinta yang mengalir di antara sesama.
Namun, kita juga harus mengingat bahwa hubungan tersebut tidak berdiri sendiri di ruang hampa. Mereka sering kali dibentuk oleh konteks ekonomi dan sosial yang lebih besar.