Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
- Penulis : Maulana
- Rabu, 16 Oktober 2024 14:42 WIB

Oleh Denny JA
COSMOABC.COM - "Kebenaran itu seperti cermin yang pecah di langit. Semua kita hanya memungut serpihan dari pecahan itu, lalu mengira itu keseluruhannya.”
– Jalaluddin Rumi
Baca Juga: Catatan Denny JA: Memahami Masyarakat Melalui Sastra
Rumi menyampaikan bahwa kebenaran sejati adalah sesuatu yang luas, utuh, dan tak tersentuh oleh pemahaman manusia sepenuhnya.
Seperti cermin yang pecah, setiap orang hanya mampu melihat secercah pantulan dari sesuatu yang lebih besar dan lebih dalam.
Pesan ini mengingatkan kita bahwa apa pun pemahaman kita—dari perspektif personal hingga ilmiah—hanyalah sebagian kecil dari realitas yang lebih luas.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Dengan Kopi, Memulai Imajinasi
Di era algoritma, refleksi ini menjadi sangat relevan. Algoritma bekerja dengan menyusun serpihan data, menciptakan pola, dan menawarkan kenyamanan melalui prediksi.
Namun, dunia algoritmik juga membatasi pemahaman kita akan kehidupan yang multidimensi. Ia membentuk “kebenaran” kita berdasarkan data yang tersedia dan yang disukai. Lalu ia menahan kita dalam batas informasi yang telah disusun.
Ketika hidup kita dikendalikan pola-pola digital, kita bisa terjebak dalam ilusi kebenaran yang hanya sebagian kecil dari keseluruhan.
Baca Juga: Puisi Denny JA: Nasionalisme di Era Algoritma
-000-