Catatan Denny JA: Wahai Para Esoteris, Berkumpulah
- Penulis : Maulana
- Kamis, 17 Oktober 2024 13:56 WIB

-000-
Kesatuan Transendental: Menyatu di Balik Perbedaan
Saat ini, dunia memiliki sekitar 4.200–4.300 agama yang diakui, masing-masing dengan ajaran, dogma, dan ritualnya. Namun bagi para esoteris, atau pencari spiritualitas yang lebih dalam, ada sesuatu yang melampaui agama-agama formal ini.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Seniman yang Tak Kembali
Jumlah ini terus bertambah, menunjukkan bahwa agama adalah bagian dinamis dari kehidupan manusia, yang berkembang mengikuti zaman dan konteks budaya.
Di sinilah muncul gagasan tentang kesatuan transendental, yaitu keyakinan bahwa di balik semua agama memancar kebenaran yang relatif sama, yang abadi dan universal.
Kesatuan transendental ini menyatukan semua tradisi agama dalam pengalaman yang mendasar, pengalaman yang menyentuh kedalaman batin kita.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Memahami Masyarakat Melalui Sastra
Ketika kita menyelam hingga ke akar batin, melampaui simbol dan ritual luar, kita menemukan kesatuan yang melampaui perbedaan.
Setiap agama memang menawarkan jalan sendiri untuk mendekati Ilahi, dan jalan itu dipengaruhi oleh budaya dan sejarahnya masing-masing.
Namun, di balik semua itu, ada fondasi batin yang sama. Studi neuroscience menyatakan pengalaman transendental dihasilkan oleh bagian otak yang sama, terlepas dari perbedaan agama.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
Kebutuhan akan spiritualitas adalah kebutuhan universal manusia. Dengan menyelami akar batin, kita menemukan pengalaman spiritual yang lebih asli.