DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Wahai Para Esoteris, Berkumpulah

image
Catatan Denny JA: Wahai Para Esoteris, Berkumpulah (Istimewa)

Penelitian neuroscience memberikan bukti bahwa ketika manusia merenungkan sesuatu yang kudus—apa pun nama atau bentuknya—bagian otak yang sama menyala.

Studi yang dipublikasikan dalam Social Neuroscience menunjukkan bahwa saat meditasi atau doa, korteks prefrontal dan parietal dalam otak manusia mengalami peningkatan aktivitas. (1)

Korteks prefrontal bertanggung jawab atas kesadaran diri, sedangkan parietal terkait dengan orientasi spasial. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman spiritual, terlepas dari agama atau keyakinan, adalah respons yang tertanam dalam otak kita.

Baca Juga: Catatan Denny JA: Seniman yang Tak Kembali 

Spiritualitas adalah respons biologis yang menghubungkan kita sebagai homo sapiens, seolah-olah ada pusat spiritual dalam otak kita yang dirancang untuk merasakan Yang Kudus.

Agama yang kita anut sering kali dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya tempat kita tumbuh. Aneka agama yang ada saat ini, seperti Hindu, Yahudi, Buddha, Kristen, dan Islam, berasal dari sekitar 2.000 hingga 4.000 tahun yang lalu.

Namun manusia telah hidup sebagai homo sapiens selama 300.000 tahun, jauh sebelum agama formal hadir. Berbagai agama besar yang kini dominan baru dikenal di ujung 1–2 persen sejarah manusia.

Baca Juga: Catatan Denny JA: Memahami Masyarakat Melalui Sastra

Artinya, 98 persen sejarah spiritualitas manusia berjalan tanpa agama-agama formal yang kita kenal hari ini.

Ini menunjukkan adanya sesuatu yang lebih tua, lebih dalam, dan lebih universal dalam batin manusia, yang melampaui agama-agama yang ada.

Data ini mempertegas bahwa spiritualitas bukan sekadar produk budaya atau agama tertentu, tetapi merupakan bagian integral dari diri kita sebagai manusia.

Baca Juga: Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma 

Neuroscience mengungkapkan bahwa pusat spiritual di otak adalah respons universal, yang menunjukkan bahwa manusia, tanpa memandang agama atau keyakinan, memiliki kemampuan alami untuk merasakan kehadiran yang ilahi.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
Sumber: Rilis

Berita Terkait