DECEMBER 9, 2022
Kolom

Denny JA: Ziarah ke Borobudur dan Tenggelam dalam 3 Masa Silam

image
Denny JA: Ziarah ke Borobudur dan Tenggelam dalam 3 Masa Silam (Istimewa)

Oleh Denny JA

COSMOABC.COM - “Borobudur bukan hanya sebuah candi. Ia juga arsip waktu dalam bentuk bangunan raksasa. Di sana kita bisa membaca masa silam yang tersimpan dalam batu-batu yang diam namun bercerita. Setiap relung dan setiap relief menjadi lembaran sejarah yang menunggu untuk diungkapkan kembali.” 

Awal September 2024, saya memutuskan melakukan ziarah spiritual ke Borobudur. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur bukan hanya sebuah monumen arkeologi; ia adalah tempat yang membawa kita berkelana melintasi zaman. 

Baca Juga: Festival Toleransi Indonesia 2024: 2 Orang Ini Jadi Juara Lomba Swafoto di Depan Lukisan Denny JA

Ketika saya berdiri di puncaknya, memandang ke luar, angin yang berhembus seolah menjadi mesin waktu, menerbangkan saya ke masa silam. Tiba-tiba, saya merasa terhubung, tidak hanya dengan bangunan fisik ini, tetapi dengan sejarah yang telah menyelimutinya selama lebih dari seribu tahun.

Saya duduk bersila di dekat salah satu stupa, membiarkan keheningan merasuk dalam diri. Dalam keheningan itu, seakan datang sebuah kontak batin, yang membawa saya tenggelam dalam tiga masa silam Borobudur.

Itu adalah masa penting yang tak kasat mata, tapi tersimpan dan jejak batu candi itu.

Baca Juga: Denny JA: Lesehan Menonton Kabaret Transpuan di Yogyakarta 

1. Era Thomas Stamford Raffles: Penemuan Kembali Borobudur (1814)

Tiba-tiba, saya melihat diri saya berada di tahun 1814. Borobudur saat itu sudah tertutup oleh hutan lebat, hampir terlupakan oleh masyarakat di sekitarnya. 

Namun, di tengah keheningan alam, datanglah H.C. Cornelius, seorang insinyur dan arkeolog amatir, yang mendengar desas-desus dari penduduk lokal. “Lapor bapak, adan candi besar yang tersembunyi di bukit dekat desa Bumisegoro.”

Baca Juga: Denny JA Luncurkan Rahasia Perjalanan Hidupnya Melalui Buku 'Hijrah Berkali-Kali Ala Denny JA'

Saya bisa melihat Cornelius bersama tim kecilnya berjuang membuka jalan menuju situs. Tapak itu tertutup oleh pepohonan besar dan tumbuhan liar. 

Halaman:
1
2
3
4
5
6
Sumber: Rilis

Berita Terkait