DECEMBER 9, 2022
Kolom

Tafsir Hermeneutika Lukisan Denny JA: Menyingkap Makna Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

image
Tafsir Hermeneutika Lukisan Denny JA: Menyingkap Makna Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia (Istimewa)

Oleh Desi Ratriyanti

(Pemenang Utama Lomba Esai di Festival Toleransi, 2024)

COSMOABC.COM - Lazimnya, kunjungan seorang tokoh dunia disambut beragam kalungan bunga disertai lelagu dan tari-tarian. 

Baca Juga: Diskusi SATUPENA: Andi Muhammad Asrun Sebut Putusan MK Bersifat Tafsir Beri Jalan Keluar atas Kevakuman Hukum

Tapi, tidak bagi Denny JA. Ia justru memilih medium lain untuk menyambut kunjungan Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. Ia menggubah lukisan melalui teknologi kecerdasan buatan. 

Tidak tanggung-tanggung, 10 lukisan bertema Paus Fransiskus berhasil ia gubah. Salah satunya, ia beri judul “Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia”. Dalam lukisan tersebut, Paus dengan baju kebesaran warna putihnya tengah bersimpuh dan mencuci kaki seorang laki-laki dengan pakaian adat Melayu. 

Air yang digunakan untuk mencuci kaki itu mengalir jernih dari atas pegunungan yang digambarkan dengan warna kehijauan. Di samping kanan dan kirinya tampak sejumlah orang, laki-laki dan perempuan. Lukisan itu kian dramatis dengan gambaran merpati putih yang beterbangan di langit yang berwarna kekuningan. 

Baca Juga: Kurban Idul Adha Tanpa Hewan: Sebuah Tafsir Baru

Sebagai karya seni, lukisan Denny JA tentu mengandung makna, baik yang tereksplisitkan di permukaan, maupun yang tersembunyi di kedalaman simbol, warna, garis, dan sebagainya. Dalam konteks inilah, pembacaan atas lukisan Denny JA melalui pendekatan hermeneutik menjadi relevan untuk mengungkap makna tersembunyi di balik lukisan tersebut. 

Hermeneutika secara sederhana dapat dipahami sebagai teori penafsiran. Kekhasan hermeneutika adalah model penafsirannya yang tidak harfiah dan berhenti di permukaan, melainkan berupaya menyingkap makna tersembunyi di balik sebuah teks.

**Menafsir Lukisan Denny JA**

Baca Juga: Memperluas Tafsir Kurban Hewan: Kurban Tak Sebatas Bahimatul An’am

Merujuk pada Paul Ricoeur, yang dimaksud teks dalam diskursus hermeneutika tidak selalu berwujud tulisan. Teks yang dimaksud dalam diskursus hermeneutika mencakup juga karya seni seperti lukisan. Menurut Ricoeur, lukisan sebagai obyek penafsiran hermeneutik, tidaklah bersifat otonom. 

Halaman:
1
2
3
Sumber: Rilis

Berita Terkait