DECEMBER 9, 2022
Kolom

LSI Denny JA: Prabowo di Puncak Popularitas dan Tantangan Utamanya

image
LSI Denny JA: Prabowo di Puncak Popularitas dan Tantangan Utamanya (Istimewa)

Sementara peringkat Indonesia di dunia sebagai negara yang bersih dari korupsi mengalami turun peringkat. Dari peringkat 110 pada tahun 2022 menjadi peringkat 115 pada tahun 2023.

Memang ada pertanyaan, seberapa kuat Prabowo akan mengoreksi rapor merah demokrasi di Indonesia. Kebisingan pro dan kontra, konsultasi publik, suara oposisi, di satu sisi terlihat tidak membuat kerja publik menjadi efisien. 

Apalagi negara seperti Cina dan Singapura bisa tumbuh secara ekonomi tanpa terlalu banyak memberi ruang untuk demokrasi.

Baca Juga: LSI Denny JA: Jokowi Dapat 3 Rapor Biru, 1 Rapor Merah, dan 3 Rapor Netral Selama 10 Tahun Menjabat

Namun, masalahnya, tanpa demokrasi yang memadai, tanpa check and balances yang cukup, dan tanpa suara oposisi yang kuat, kebijakan yang mungkin salah akan sulit dikoreksi secara kelembagaan. 

Demokrasi memberi ruang untuk perbaikan melalui pengawasan, kritik, dan evaluasi, yang justru menjadi instrumen penting untuk menciptakan kebijakan yang lebih baik. 

Tanpa itu, kestabilan ekonomi jangka pendek bisa jadi mengorbankan keadilan dan kestabilan sosial jangka panjang.

Baca Juga: LSI Denny JA: 10 Tahun Jokowi, Siapa Puas, Siapa Tak Puas, Mengapa?

-000-

Terdapat lima kesimpulan dari rilis kali ini:

Pertama, Prabowo di puncak popularitas. Angka kesukaan terhadap Prabowo mencapai 90.5%. Bahkan jika pilpres dilaksanakan saat ini, dukungan terhadap Prabowo-Gibran mencapai 69.1%.

Baca Juga: Denny JA Dinner Bersama Pemenang Lomba Resensi Buku Hijrah Berkali-Kali Ala Denny JA

Gerindra mendapat efek elektoral dari kesukaan Prabowo sehingga naik di peringkat pertama dukungan partai. Makan siang gratis paling populer dan didukung oleh pemilih.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Sumber: Rilis

Berita Terkait