DECEMBER 9, 2022
Kolom

LSI Denny JA: Prabowo di Puncak Popularitas dan Tantangan Utamanya

image
LSI Denny JA: Prabowo di Puncak Popularitas dan Tantangan Utamanya (Istimewa)

Di pendukung Anies-Muhaimin, mereka yang menyatakan tak suka dengan Prabowo hanya sebesar 24.1%. Meski memilih Anies-Muhaimin, namun 71.4% pendukung Anies-Muhaimin tetap suka dengan personaliti Prabowo.

Sementara di pendukung Ganjar-Mahfud, sebesar 68.4% menyatakan suka dengan karakter Prabowo.

Mengapa Prabowo Makin Disukai?

Baca Juga: LSI Denny JA: Jokowi Dapat 3 Rapor Biru, 1 Rapor Merah, dan 3 Rapor Netral Selama 10 Tahun Menjabat

Mengapa pesona Prabowo makin kuat dan makin disukai? LSI Denny JA menemukan ada 3 (tiga) alasan yang menyebabkan kenaikan kesukaan Prabowo:

Pertama, karena karakter Prabowo yang dikenal sebagai tipe coalition builder. Pasca pilpres, saat penetapan capres-cawapres terpilih di kantor KPU, Prabowo berpidato mengajak semua pihak untuk bersatu. “Kini kontestasi telah usai, saatnya kita bersatu,” ujar Prabowo.

Karakter Prabowo sebagai tipe coalition builder sudah dikenal lama. Ketika kalah pada pilpres 2019, Prabowo bersedia diajak masuk membantu pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: LSI Denny JA: 10 Tahun Jokowi, Siapa Puas, Siapa Tak Puas, Mengapa?

Hal ini juga terlihat dari upaya Prabowo merangkul semua pihak termasuk yang berlawanan dengannya pada pilpres 2024 untuk masuk dalam kabinetnya. Prabowo menjadikan lawan menjadi kawan. Dan kawan menjadi pendukung utama.

Karakter personal Prabowo yang merangkul banyak pihak disenangi oleh mayoritas publik yang mengutamakan kebersamaan dan kerukunan.

Prabowo menjadi lautan yang tidak membedakan kapal yang melintasinya. Ia merangkul baik kawan maupun lawan dengan ajakan mencari titik persamaan.

Baca Juga: Denny JA Dinner Bersama Pemenang Lomba Resensi Buku Hijrah Berkali-Kali Ala Denny JA

Kepemimpinannya tidak menghempas mereka yang berbeda, melainkan membawa mereka masuk ke dalam arus yang sama.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Sumber: Rilis

Berita Terkait