LSI Denny JA: Prabowo di Puncak Popularitas dan Tantangan Utamanya
- Penulis : Maulana
- Rabu, 23 Oktober 2024 05:15 WIB

Secara makro, publik mempersepsikan bahwa kondisi ekonomi dalam keadaan yang baik-baik saja. Dalam survei Oktober 2024, mereka yang menilai kondisi ekonomi sedang dan baik-baik saja sebesar 68.2% (gabungan dari mereka yang menyatakan ekonomi dalam kondisi sedang 45.3%, dan baik/sangat baik 22.9%).
Namun ada dua isu mendasar yang bagi publik masih menjadi rapor merah pemerintahan. Isu pertama adalah lapangan pekerjaan. Survei menunjukkan bahwa sebesar 65% masyarakat menyatakan bahwa lapangan kerja saat ini lebih sulit dibandingkan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya.
Dan yang kedua, mayoritas publik (64%) juga menilai bahwa saat ini mereka lebih sulit memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca Juga: LSI Denny JA: Jokowi Dapat 3 Rapor Biru, 1 Rapor Merah, dan 3 Rapor Netral Selama 10 Tahun Menjabat
Meski persepsi umum publik bahwa kondisi ekonomi nasional baik, namun isu lapangan kerja dan pemenuhan kebutuhan pokok akan menjadi tantangan awal bagi pemerintahan baru Presiden Prabowo.
Kedua, turunnya indeks demokrasi Indonesia. Secara politik, sebagai negara demokrasi, indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan dari data lembaga Economist Intelligence Unit.
Dalam 3 tahun terakhir, indeks demokrasi Indonesia terus turun. Dari 6.71 pada tahun 2021, menjadi 6.53 pada tahun 2023. Peringkat Indonesia sebagai negara demokrasi juga turun, dari peringkat 52 pada tahun 2021 menjadi peringkat 56 pada tahun 2023.
Baca Juga: LSI Denny JA: 10 Tahun Jokowi, Siapa Puas, Siapa Tak Puas, Mengapa?
Tentunya indeks demokrasi sebuah negara tak hanya soal angka dan peringkat. Namun angka dan peringkat tersebut mencerminkan ada pekerjaan rumah besar bagi pemerintah baru.
Indeks demokrasi menunjukkan suara oposisi, prinsip saling kontrol, kebebasan warga negara, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip demokrasi lainnya.
Ketiga, stagnannya penanganan korupsi. Tantangan ketiga bagi pemerintahan baru Prabowo-Gibran adalah bagaimana menurunkan praktik korupsi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.
Baca Juga: Denny JA Dinner Bersama Pemenang Lomba Resensi Buku Hijrah Berkali-Kali Ala Denny JA
Data dari Transparency International menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir nilai dari penanganan korupsi di Indonesia cenderung stagnan. Di angka 34 pada tahun 2022, dan tetap sama di angka 34 pada tahun 2023.