DECEMBER 9, 2022
International

Nyawa 640 ribu Anak di Gaza Terancam Akibat Polio

image
Warga berebut untuk mendapatkan bantuan pangan di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara. (ANTARA)

COSMOABC.COM - Jalur Gaza, Palestina, wilayah yang setahun terakhir menjadi pusat perhatian dunia karena konflik berkepanjangan, kini menghadapi ancaman baru di bidang kesehatan.

Penyakit polio yang seharusnya sudah menjadi bagian dari masa lalu kembali muncul sebagai ancaman serius.

Pada Juli 2024, Kementerian Kesehatan Gaza menetapkan wilayah tersebut sebagai daerah epidemi polio setelah terkonfirmasinya kasus pertama dalam 25 tahun terakhir di Kota Deir Al Balah, Gaza tengah.

Baca Juga: 60 persen Obat Habis, Layanan Penting Kesehatan Terancam di Gaza

Kementerian Kesehatan Palestina mengkhawatirkan bahwa kasus ini mungkin hanyalah puncak gunung es, dengan kemungkinan masih banyak kasus lain yang belum terdeteksi.

Polio, penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, terutama rentan menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.

Dari setiap 200 kasus infeksi, satu di antaranya dapat mengalami kelumpuhan yang tidak dapat disembuhkan, dan antara 5-10 persen dari mereka yang lumpuh akhirnya meninggal dunia akibat kegagalan fungsi otot pernapasan.

Baca Juga: Perang 326 Hari: Serangan Tak Berhenti di Gaza, Netanyahu Tetap Menghindar

Situasi ini semakin memburuk karena kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai di Gaza, yang telah hancur akibat konflik.

Untuk mengatasi krisis ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merencanakan kampanye vaksinasi polio dua tahap di Gaza bagi lebih dari 640.000 anak di bawah usia 10 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui penyediaan 1,6 juta dosis vaksin polio, sementara UNICEF dan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mempersiapkan pengiriman vaksin serta peralatan rantai dingin yang diperlukan untuk penyimpanan vaksin.

Namun demikian, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi di Gaza.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait