Puisi Esai: Memilih Tak Menikah Sambil Memelihara Kucing atau Anjing hingga Kisah Koruptor di Taman Makam Pahlawan
- Penulis : Maulana
- Sabtu, 10 Agustus 2024 10:54 WIB

-000-
Melalui waktu, konsep besar dalam sejarah, apakah itu agama, ideologi, paham sosial, filsafat juga sastra akan mengalami variasi.
Di tahun 2024, setelah 12 tahun, puisi esai juga mengalami variasi. Sudah terbit lebih dari 150 buku puisi esai, dalam dan luar negeri. Sudah pula berlangsung Festival Puisi Esai ASEAN Ketiga di Malaysia (2023). Ini festival yang sepenuhnya dibiayai pemerintah Sabah, Malaysia.
Baca Juga: Diskusi SATUPENA: Nia Samsihono Sebut Musikalisasi Puisi yang Biasa Tak Sama dengan yang Pakai AI
Di tahun 2024, Festival Puisi Esai Nasional juga memasuki tahun kedua. Bulan Desember ditetapkan sebagai bulan puisi esai.
Variasi atas puisi esai juga terjadi. Pakemnya tetap tak berubah, hanya panjang dan pendeknya yang berubah.
Di awal kelahirannya, melalui buku puisi esai pertama: Atas Nama Cinta (2012), panjang puisi esai itu sekitar 5000 - 10.000 kata. Jika dibacakan memakan waktu 40-60 menit.
Baca Juga: Denny JA Beri Pesan kepada Penyair Payakumbuh agar Tak Mencampuradukkan Puisi Esai dengan SATUPENA
Kini, gerakan puisi esai tahun 2024 memperkenalkan puisi esai variasi mini. Panjang puisi maksimal hanya 500 kata saja, di luar catatan kaki. Jika dibacakan hanya memakan waktu 5 menit.
Pun dalam gerakan puisi esai 2024, penulis muda usia di bawah 25 tahun ambil bagian. Sebanyak 160 penulis muda dari semua pulau besar di Indonesia menulis. Juga termasuk di dalamnya, penulis dari Malaysia, Singapura, dan manca negara.
160 puisi esai itu, dengan 16 kakak asuh, dalam 16 buku, akan dipagelarkan di Festival Puisi Esai Nasional ke-2 di Jakarta (Desember 2024), juga Festival Puisi Esai ASEAN ke-4 di Sabah, Malaysia (Juni 2025).
Baca Juga: Ekspresi Lewat Puisi Esai: Jeritan dan Harapan Anak-anak Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia
Ketidakadilan terus terjadi. Pelanggaran hak asasi tak pernah padam. Isu kemanusiaan yang menyentuh hati, kisah sebenarnya, baik tragedi, komedi, atau penuh spirit heroisme, terus berlangsung di sekeliling.