DECEMBER 9, 2022
Puisi

Puisi Esai: Memilih Tak Menikah Sambil Memelihara Kucing atau Anjing hingga Kisah Koruptor di Taman Makam Pahlawan 

image
160 Penulis Muda (Di bawah 25 Tahun), Dari Berbagai Pulau, Dari Aceh Hingga Papua, Memberi Kesaksian Soal Kisah Sebenarnya Melalui Puisi Esai (Cosmoabc.com/Kiriman)

Penulis dan aktivis perempuan menyatakan pernyataan Vance tidak hanya menghina, tetapi juga menunjukkan kurangnya empati dan pemahaman terhadap hak perempuan untuk memilih jalur hidup mereka sendiri.

Aktivis dan pemimpin perempuan mengecam pandangan JD Vance. Mereka menyebutnya sebagai cerminan dari pandangan patriarkal yang ketinggalan zaman.

Respon para aktivis ini: “Keputusan untuk tidak menikah atau tidak memiliki anak adalah hak pribadi yang harus dihormati, dan tidak boleh dijadikan bahan hinaan, apalagi sebagai alat kampanye politik.”

Baca Juga: Diskusi SATUPENA: Nia Samsihono Sebut Musikalisasi Puisi yang Biasa Tak Sama dengan yang Pakai AI

Ini konteks sosiologis soal Childless Dog Lady itu. Dalam beberapa dekade terakhir, di Amerika Serikat dan Eropa, memang semakin banyak perempuan yang memilih untuk tidak menikah dan tidak memiliki anak.

Di Amerika Serikat, data dari U.S. Census Bureau menunjukkan peningkatan jumlah perempuan yang memilih untuk tetap tidak menikah.

Pada tahun 2020, sekitar 31% perempuan dewasa di Amerika Serikat berstatus tidak menikah, baik karena belum pernah menikah, bercerai, atau menjanda. Prosentase ini naik dari 23% pada tahun 1950.

Baca Juga: Denny JA Beri Pesan kepada Penyair Payakumbuh agar Tak Mencampuradukkan Puisi Esai dengan SATUPENA 

Selain itu, tingkat kelahiran di AS telah mencapai titik terendah dalam 35 tahun terakhir, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Sekitar 15% perempuan usia 40-44 tahun di AS tidak memiliki anak pada tahun 2018. Prosentase itu juga naik dari sekitar 10% pada pertengahan 1970-an (Pew Research Center).

-000-

Baca Juga: Ekspresi Lewat Puisi Esai: Jeritan dan Harapan Anak-anak Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia 

Yang menarik, fenomena di atas direkam dalam puisi esai. Sejarah akan mencatat, topik soal Childless Dog Lady pertama kali masuk dalam sastra Indonesia melalui puisi esai, di tahun 2024.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
Sumber: Kiriman

Berita Terkait