DECEMBER 9, 2022
Puisi

Puisi Esai: Memilih Tak Menikah Sambil Memelihara Kucing atau Anjing hingga Kisah Koruptor di Taman Makam Pahlawan 

image
160 Penulis Muda (Di bawah 25 Tahun), Dari Berbagai Pulau, Dari Aceh Hingga Papua, Memberi Kesaksian Soal Kisah Sebenarnya Melalui Puisi Esai (Cosmoabc.com/Kiriman)

Dalam puisi esai itu digambarkan seorang wanita, setelah mengalami pengkhianatan dan depresi, memilih untuk tidak menikah. Ia juga memilih tak memiliki anak.

Ia menemukan kebahagiaan dengan memelihara anjing serta membantu orang lain. Meskipun dihadapkan pada kritik sosial, ia berhasil menemukan makna hidupnya.

Perempuan ini menginspirasi banyak orang untuk menjalani hidup dengan cara yang mereka pilih. Kebahagiaan dan kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus melalui pernikahan dan menjadi ibu.

Baca Juga: Diskusi SATUPENA: Nia Samsihono Sebut Musikalisasi Puisi yang Biasa Tak Sama dengan yang Pakai AI

Juga banyak isu dramatis lainnya, True Story yang difiksikan dalam puisi esai, yang ditulis semuanya di tahun 2024.

Ada pula kisah sebenarnya, benar-benar terjadi. Istri wali kota (yang kemudian menjadi wali kota) menghadapi pro-kontra terkait pemakaman suaminya di Taman Makam Pahlawan, meskipun jasanya sebagai Walikota diakui oleh banyak orang.

Puisi esai itu menggambarkan rasa sakit dan kesedihan seorang istri ketika suaminya, yang dianggap sebagai pahlawan oleh keluarganya dan sebagian masyarakat, harus dipindahkan dari makam pahlawan karena statusnya sebagai narapidana kasus gratifikasi.

Baca Juga: Denny JA Beri Pesan kepada Penyair Payakumbuh agar Tak Mencampuradukkan Puisi Esai dengan SATUPENA 

Juga ada kisah True Story dramatis lainnya. Seorang gadis mengalami kekerasan seksual oleh ayah kandungnya sendiri. Sang ayah juga seorang anggota DPRD.

Gadis ini akhirnya melahirkan anak dari perbuatan tersebut. Puisi ini menggambarkan betapa hancurnya kehidupan gadis itu akibat pengkhianatan ayahnya, yang seharusnya melindunginya.

Masyarakat serta adat yang membanggakan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS SBK) gagal pula melindungi dan memperhatikan penderitaannya.

Baca Juga: Ekspresi Lewat Puisi Esai: Jeritan dan Harapan Anak-anak Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia 

Akhirnya, sang ayah tertangkap. Namun trauma dan luka yang diderita sang gadis tetap meninggalkan bekas yang mendalam.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
Sumber: Kiriman

Berita Terkait