DECEMBER 9, 2022
Politic

Pandangan Denny JA soal Menangnya Gerakan Katakan Tidak pada Kewajiban Berjilbab di Iran

image
Pandangan Denny JA soal menangnya gerakan "Katakan Tidak pada Kewajiban Berjilbab" di Iran (Cosmoabc.com/Kiriman)

Gerakan ini melambat tetapi tidak pernah selesai. Perlawanan juga terjadi di media sosial. Banyak wanita menyatakan di Facebook tentang "Say No" pada kewajiban mengenakan jilbab.

Inilah kondisi sosial yang tumbuh di Iran. Ketika calon presiden Masoud Pezeshkian secara terbuka menyatakan ia mendukung hak perempuan untuk menentukan sendiri mengenakan jilbab atau tidak, seketika pernyataan ini bergaung. 

Ini pula yang ikut menyebabkannya terpilih. Isu yang mendukung perempuan untuk memilih sendiri, cara berpakaiannya, membantu kemenangan Masoud Pezeshkian, calon presiden dari kalangan reformis.

Namun, ini tidak hanya di Iran. Di Arab Saudi, di bawah pimpinan Muhammad bin Salman, juga sudah tak lagi mewajibkan jilbab bagi perempuan. Sepenuhnya diserahkan kepada wanita Arab Saudi untuk mengenakan jilbab atau tidak. 

Kita menjadi saksi sejarah betapa di negara-negara Islam sendiri, di pusatnya, bahkan di Arab Saudi, tempat kelahiran Islam, dan di Iran, negara Islam mayoritas Syiah, terjadi perubahan sikap atas isu agama.

Di Arab Saudi, itu sudah selesai dalam kebijakan resmi. Negara dan otoritas agama tidak lagi mewajibkan jilbab di depan umum. Itu sepenuhnya diserahkan kepada pilihan bebas setiap wanita.

Namun yang jauh lebih mendasar adalah apa yang dikatakan oleh presiden terpilih dari Iran. Pandangan hidup, iman atas agama, tak bisa dipaksa oleh hukum. 

Sains mendukung ini. Aneka peristiwa sosial yang mendukungnya. 

Agama justru menjadi indah jika ia adalah pilihan sadar dan bebas dari hati setiap individu, bukan paksaan dari otoritas agama, ataupun paksaan hukum negara.***

Transkrip Orasi Denny JA dari YouTube: https://youtu.be/SYsTNWL8IBc?si=95M_2i5P51jKvCIs

Halaman:
1
2
3
4
Sumber: Kiriman Denny JA

Berita Terkait