DECEMBER 9, 2022
Politic

Pandangan Denny JA soal Menangnya Gerakan Katakan Tidak pada Kewajiban Berjilbab di Iran

image
Pandangan Denny JA soal menangnya gerakan "Katakan Tidak pada Kewajiban Berjilbab" di Iran (Cosmoabc.com/Kiriman)

Pemilu presiden Iran juga sedang berlangsung. Hasilnya: presiden terpilih yang memenangkan pemilu adalah Masoud Pezeshkian. 

-000-

Mengapa isu jilbab menjadi besar sekali di Iran bahkan masuk dalam isu teratas panggung utama pemilihan presiden? 

Gerakan panjang yang sudah lama terjadi di Iran menentang hukum wajib mengenakan jilbab bagi semua perempuan. Hukum wajib ini diterapkan sejak Revolusi Iran tahun 1979 yang dipimpin oleh Imam Khomeini. 

Ini revolusi yang mengubah Iran dari negara sekuler menjadi negara Islam. Maka diwajibkan pula semua wanita di tempat umum harus mengenakan jilbab. Yang tidak mengenakan jilbab akan terkena sanksi hukum.

Sejak tahun 1979, telah terjadi berbagai aksi protes dari berbagai aktivis perempuan. Aksi protes itu terjadi secara sporadis.

Namun ada dua gerakan besar yang menentang kewajiban mengenakan jilbab di tempat umum.

Yang pertama adalah gerakan tahun 2017 yang terkenal dengan julukan "Girls of Enghelab Street". Pada tahun 2017 itu, sekelompok wanita berprotes di jalan Enghelab.

Salah satu tokoh di sana bernama Vida Movahed. Ia secara demonstratif naik ke tempat tinggi. Ia berdiri dan melepas jilbabnya di depan umum. 

Jilbabnya diletakkan di tongkat, ia angkat tongkat ke atas, dan ia putar-putar. Lalu mengatakan bahwa kaum perempuan harus menentukan sendiri cara berpakaiannya. 

Halaman:
1
2
3
4
Sumber: Kiriman Denny JA

Berita Terkait