Catatan Denny JA: Renungan Sumpah Pemuda, Warna Nasionalisme di Era Algoritma
- Penulis : Maulana
- Senin, 28 Oktober 2024 12:28 WIB

Kita butuh literasi digital yang mendalam. Masyarakat perlu menyadari dan memilih pengaruh algoritma pada identitas mereka.
Di negara-negara maju, literasi digital menjadi prioritas. Masyarakat diajarkan untuk berpikir kritis, menyaring informasi yang mereka konsumsi, sejak di sekolah.
Selain itu, transparansi algoritma sangat penting. Platform digital perlu terbuka soal bagaimana informasi dipilih. Hal ini mengurangi manipulasi informasi yang tak disadari.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Keempat Hidup Bermakna, Small Winning
Warna nasionalisme setiap individu jangan ditentukan algoritma semata.
Empat tahun lagi, Sumpah Pemuda genap berusia seabad. Seperti nyala obor yang terus menyala, nasionalisme yang dulu membara kini berhadapan dengan angin zaman yang berbeda.
Bukan penjajah yang mengubahnya, tapi kehadiran penguasa tak terlihat - algoritma yang menentukan apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan.***
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Kelima Hidup Bermakna, Spiritualitas dan Wellness
Jakarta, 28 Oktober 2024
REFERENSI
The Economistwww.economist.comWelcome to the era of AI nationalism