Catatan Denny JA: Jokowi dan Prabowo, Hubungan Unik dalam Politik Indonesia
- Penulis : Maulana
- Senin, 21 Oktober 2024 18:20 WIB

Ini menambah lapisan kompleksitas dalam politik Indonesia, di mana dua rival lama kini bersatu untuk menghadapi tantangan politik baru.
Dalam sejarah politik dunia, pola coopetition ini telah terjadi beberapa kali. Salah satu contoh terkenal adalah hubungan antara Abraham Lincoln dan William Seward di Amerika Serikat.
Pada 1860, keduanya bersaing keras untuk mendapatkan nominasi Partai Republik. Namun, setelah Lincoln memenangkan pemilu dan menjadi presiden, ia menawarkan posisi Menteri Luar Negeri kepada Seward.
Baca Juga: Prabowo Panggil Calon Menterinya ke Kertanegara
Pada akhirnya Seward menjadi salah satu sekutunya yang paling setia bagi Lincoln dalam menghadapi tantangan Perang Saudara.
Contoh lainnya adalah hubungan antara Nelson Mandela dan F.W. de Klerk di Afrika Selatan.
Awalnya, mereka berada di sisi yang berseberangan. Mandela sebagai pemimpin gerakan anti-apartheid dan de Klerk sebagai presiden rezim apartheid.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Apresiasi Pidato Perdana Presiden Prabowo
Lalu mereka bekerja sama untuk mengakhiri apartheid. Kolaborasi ini tidak hanya membawa perubahan besar bagi Afrika Selatan, tetapi juga memberi keduanya Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
-000-
Kisah Jokowi dan Prabowo adalah salah satu babak paling menarik dalam sejarah politik Indonesia modern. Dari persaingan sengit dalam dua Pilpres hingga akhirnya bekerja sama dalam pemerintahan.
Baca Juga: Rupiah Menguat Setelah Pelantikan Presiden Prabowo Subianto
Mereka memberikan contoh bagaimana dinamika politik yang keras dapat berubah menjadi kolaborasi yang bermanfaat bagi bangsa.