Mengenal Gempa Megathrust di Wilayah Asia
- Penulis : Maulana
- Jumat, 23 Agustus 2024 17:25 WIB

COSMOABC.COM - Wilayah Asia merupakan salah satu kawasan yang paling rawan bencana gempa bumi besar dan tsunami. Secara geologis wilayah Asia ditandai dengan pergerakan lempeng tektonik aktif di Samudra Pasifik dan Hindia. Salah satu gempa bumi besar yang bisa melanda kawasan ini yakni gempa megathrust.
Gempa megathrust merupakan gempa bumi berukuran sangat besar yang terjadi di zona subduksi, yaitu suatu wilayah dimana salah satu lempeng tektonik bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya, dilansir dari laman Earthquakescanada Pemerintah Kanada.
Kedua lempeng tersebut terus bergerak saling bersinggungan namun menjadi terjebak di tempat mereka bersentuhan, sehingga membuat adanya penumpukan regangan melebihi gesekan antara dua lempeng dan terjadinya gempa megathrust.
Baca Juga: News!! Gempa Berkekuatan 5,5 magnitudo Guncang Ambon
Gempa megathrust bisa menyebabkan terjadinya tsunami karena adanya gerakan dorongan besar, menyebabkan pergerakan vertikal besar di dasar laut bergerak memindahkan sejumlah besar air yang menjauh dari gerakan bawah laut sebagai tsunami.
Wilayah Asia dilewati pergerakan lempeng-lempeng tektonik yang cukup kompleks, seperti tumbukan Lempeng Pasifik dan Filipina dengan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Hal ini lah yang membuat risiko gempa bumi megathrust melanda wilayah Asia. Terdapat beberapa wilayah Asia yang berpotensi dilanda gempa megathrust ini.
1. Samudera Hindia
Baca Juga: BMKG: Indonesia Aman dari Gempa di Rusia yang Berskala 7 magnitudo
Samudera Hindia merupakan perairan asin yang menutupi sekitar seperlima dari total luas lautan di dunia. Samudera Hindia menyentuh Asia, Afrika, Australia, dan Antartika.
Di kawasan Samudera Hindia, terdapat zona subduksi yaitu Sunda megathrust yang merupakan tempat bertemunya Lempeng Indo-Australia menuju ke bawah Lempeng Eurasia sepanjang 5.500 kilometer patahan dilepas pantai Myanmar, Sumatra, Jawa dan Bali, berakhir di lepas pantai barat laut Australia.
Zona megathrust ini yang menyebabkan terjadinya gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia pada tahun 2004. Hal ini dipicu oleh guncangan gempa bumi Sumatera–Andaman berkekuatan 9,2 skala richter yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 diakibatkan oleh pergeseran pada megathrust Sunda.
Sebagian besar akumulasi dan pelepasan regangan terjadi di sepanjang megathrust Sunda di zona subduksi utama, di mana litosfer lempeng Indo-Australia yang bersentuhan dengan lempeng Sunda yang berada di atasnya hingga kedalaman 60 km.