Bertemu Pemimpin Hamas, Jusuf Kalla Sampaikan Solidaritas Indonesia kepada Palestina
- Penulis : Maulana
- Sabtu, 13 Juli 2024 13:52 WIB

COSMOABC.COM - Wakil Presiden ke 10 dan 12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, bertemu dengan Pemimpin Politik Gerakan Hamas, Ismail Haniyeh, di Doha, Qatar pada Jumat 12 Juli 2024.
Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa JK Itu menegaskan sikap solidaritas serta menyampaikan dukungan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.
Melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Jusuf Kalla (JK) juga menyampaikan bela sungkawa kepada bangsa Palestina yang menjadi korban selama konflik berlangsung.
Baca Juga: Hamas Klaim Dermaga Amerika Serikat di Gaza Hanya Sekadar Propaganda dan Pertunjukan Politik
JK selanjutnya menguraikan bahwa mata dunia sekarang tertuju ke Gaza dan semua prihatin dengan kondisi keamanan dan semua aspek kehidupan di Gaza.
“Dunia tersentuh dan menyayangkan tragedi kemanusiaan tersebut,” kata pernyataan itu.
Selaku Ketua Palang Merah Indonesia, JK mengungkapkan betapa peliknya mendistribusikan bantuan ke Gaza akibat blokade yang dilakukan oleh Israel.
Baca Juga: Pimpinan Hamas Jalin Komunikasi dengan Qatar, Mesir, dan Turki Bahas Gencatan Senjata di Gaza
Ia pun menyarankan organisasi Hamas agar senantiasa menunjukkan persatuan dan kebersamaan dengan Al Fatah termasuk hubungan internal Hamas sendiri untuk dapat menciptakan perbaikan kondisi di Palestina.
Menurutnya, tanpa kesatuan aspirasi serta institusi hanya akan menambah pelik penyelesaian masalah Gaza.
Lebih lanjut JK mengusulkan untuk membuat rencana kemanusiaan di Gaza, misalnya, menyusun program berdasarkan skala prioritas, seperti mengobati korban luka dan sakit, menyelamatkan wanita, orang tua dan anak anak, sehingga tidak menambah jatuhnya korban perang.
Baca Juga: Hizbullah Klaim Hamas akan Punya Peran Penting di Palestina Pascaperang dengan Israel
Namun, JK mengingatkan kepada Haniyeh, semua itu hanya bisa efektif manakala kekerasan bisa dihentikan lebih dulu.