Sejumlah Warga Palestina yang Dipenjara Israel Meninggal Dunia karena Disiksa
- Penulis : Maulana
- Rabu, 03 Juli 2024 11:26 WIB

COSMOABC.COM - Sejumlah warga Palestina yang dipenjara Israel dinyatakan meninggal dunia karena disiksa. Kabar tersebut disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza, Mohammad Abu Salmiya.
Dia mengatakan beberapa warga Palestina yang berada di penjara-penjara Israel meninggal selama interogasi karena penyiksaan, kelalaian medis, dan perampasan obat-obatan.
Dirinya sendiri dan warga Palestina lainnya yang dibebaskan meninggalkan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel yang mengalami kondisi sulit.
Baca Juga: Palestina Klaim Israel Targetkan Komunitas Kristen di Yerusalem
Abu Salmiya menambahkan bahwa para tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan fisik dan psikologis, serta hanya diberi sedikit makanan.
“Tahanan Gaza kehilangan (rata-rata) 25 kilogram (55 pon) berat badan mereka karena kekurangan makanan,” kata Abu Salmiya, dikutip dari Anadolu.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa para dokter dan perawat Israel juga merupakan bagian dari penyerangan dan hukuman terhadap tahanan Palestina dengan tidak memberi mereka perawatan medis yang diperlukan.
Baca Juga: Tim Bulan Sabit Merah Palestina Terpaksa Lakukan Evakuasi Gara-Gara Serangan Israel
“Dokter (Israel) di sana memukuli para tahanan, perawat memukuli para tahanan,” ucapnya.
Ia mendesak organisasi-organisasi internasional yang peduli dengan hak-hak para tahanan untuk mengunjungi para tahanan dan melihat kondisi sulit yang para tahanan alami di dalam penjara.
Pada Senin (1/7), Israel membebaskan Abu Salmiya dan sekitar 54 warga Palestina, termasuk dokter yang ditahan di Rumah Sakit Al Shifa serta fasilitas medis lainnya selama operasi militer terpisah selama beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Indonesia Kutuk Niat Israel Sahkan Permukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina
Abu Salmiya ditangkap pada 23 November bersama dengan beberapa staf medis saat melakukan perjalanan dari Kota Gaza ke selatan wilayah kantong tersebut menyusul serangan Israel terhadap rumah sakit tersebut.