DECEMBER 9, 2022
International

Israel Lanjut Serang Beirut, Lebanon Minta Warisan Budaya Dilindungi

image
Pemandangan asap yang disebabkan oleh serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 6 November 2024. (ANTARA)

Sebelumnya pada Rabu, 6 November 2024 pasukan Israel menyasar area permukiman di Baalbek dan gedung bersejarah Al-Manshiya, yang sepenuhnya hancur, menurut Wali Kota Baalbek Mustafa al-Shal.

Serangan tersebut dilancarkan setelah peringatan evakuasi dikeluarkan oleh tentara Israel, yang mendesak warga di sejumlah area termasuk Ouzai, Haret Hreik, Hadath, dan Tahwitat al-Ghadir di pinggiran selatan Beirut untuk menyingkir.

Media lokal melaporkan serangan tersebut melibatkan rudal berat, dengan sejumlah ledakan yang terdengar di seluruh Beirut dan daerah Gunung Lebanon.

Baca Juga: Ancaman Israel Bombardir Beirut Selatan

Tiga rudal dilaporkan jatuh di dekat Landasan Pacu 17 di Bandar Udara Rafic Hariri, sementara sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum di Tahwitat al-Ghadir dibom, memicu kebakaran besar.

Sejak 23 September 2024, tentara Israel terus melancarkan serangan udara intensif terhadap Lebanon dalam eskalasi konflik yang berbahaya dengan Hizbullah.

Konflik yang tengah berlangsung antara Israel dan Hizbullah berawal pada 8 Oktober 2023 ketika Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Serangan Hizbullah itu memicu penembakan dan serangan udara balasan oleh Israel di Lebanon tenggara.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon telah melampaui 3.000 orang, dengan korban cedera melampaui 13.600 orang. ***

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait