Kemenangan Donald Trump Kabar Buruk Bagi Perjuangan Kemerdekaan Palestina
- Penulis : Maulana
- Kamis, 07 November 2024 16:14 WIB

Oleh Satrio Arismunandar
COSMOABC.COM - Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat baru-baru ini adalah kabar buruk bagi perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina, yang saat ini sedang menghadapi aksi genosida oleh Israel di Jalur Gaza.
Hal ini karena pandangan dan kebijakan Presiden Donald Trump selama masa jabatannya yang lalu (2017-2021) secara umum menunjukkan dukungan kuat terhadap Israel, yang terlihat dari beberapa keputusan kontroversial terkait konflik Palestina-Israel.
Presiden AS umumnya memang selalu mendukung Israel. Tetapi Trump adalah pendukung Israel yang “ekstrem.” Jika Presiden Joe Biden yang menjabat saat ini dalam dukungannya masih “berbasa-basi,” Trump justru sangat terbuka, terang-terangan.
Beberapa kebijakan kunci Trump di masa jabatan sebelumnya menunjukkan kecenderungan keberpihakan sangat kuat kepada Israel. Pertama, dalam hal pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan pemindahan Kedutaan Besar AS.
Pada 2017, Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS, yang sebelumnya menunda pengakuan tersebut untuk menjaga proses perdamaian.
Langkah ini disambut baik oleh pemerintah Israel, tetapi menuai kecaman luas dari komunitas internasional, termasuk negara-negara Arab dan Palestina, yang menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan Palestina.
Kedua, Trump mengurangi bantuan AS untuk Palestina melalui pemotongan dana kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) serta bantuan kemanusiaan lainnya.
Kebijakan Trump ini menekan pemerintah Palestina agar kembali ke meja perundingan dengan Israel, tetapi juga memperburuk situasi ekonomi di wilayah Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Trump mengusulkan rencana perdamaian Timur Tengah yang disebut "Kesepakatan Abad Ini" (Deal of the Century) pada 2020.