LSI Denny JA: Jokowi Dapat 3 Rapor Biru, 1 Rapor Merah, dan 3 Rapor Netral Selama 10 Tahun Menjabat
- Penulis : Maulana
- Kamis, 10 Oktober 2024 17:25 WIB

Ini tiga alasan utama, mengapa 10 tahun kepemimpinan Jokowi pada 2014-2024 berbuah 3 rapor biru (PDB, Indeks Kebebasan Ekonomi, Indeks Kemajuan Sosial), 1 rapor merah (Indeks Demokrasi), dan 3 rapor netral (Indeks Kebahagiaan, Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Korupsi).
Alasan pertama: Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi
Sejak awal kepemimpinannya, Jokowi telah menetapkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama.
Baca Juga: LSI Denny JA: Rapor Biru 10 Tahun Jokowi untuk Indeks Kemajuan Sosial
Ia menyadari bahwa ekonomi yang kuat memerlukan fondasi infrastruktur yang tangguh, sehingga ia menggagas proyek-proyek besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Upaya ini berdampak langsung pada:
PDB: Pertumbuhan ekonomi Indonesia mendapat dorongan dari meningkatnya konektivitas dan efisiensi transportasi.
Dengan pembangunan infrastruktur yang signifikan, logistik nasional mengalami peningkatan efisiensi, yang pada gilirannya mendorong aktivitas ekonomi.
Baca Juga: LSI Denny JA: Kebebasan Ekonomi Indonesia dalam 10 Tahun di Era Jokowi Berbuah Positif
Indeks Kebebasan Ekonomi: Pemerintah Jokowi memperkenalkan deregulasi besar-besaran serta reformasi untuk mempermudah investasi, seperti Omnibus Law dan penyederhanaan perizinan.
Kebijakan ini membuat Indonesia lebih kompetitif di pasar global, meningkatkan peringkat Kebebasan Ekonomi.
Indeks Kemajuan Sosial: Infrastruktur yang lebih baik juga memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik lainnya.
Baca Juga: LSI Denny JA: Ekonomi Indonesia Naik Peringkat Dunia Selama 10 Tahun Pemerintahan Jokowi
Pembangunan ini berdampak positif pada standar hidup masyarakat, terutama di daerah terpencil.