Cairan Infus Ramah Lingkungan Diluncurkan Produsen Farmasi di Cikampek
- Penulis : Maulana
- Selasa, 08 Oktober 2024 15:36 WIB

COSMOABC.COM - Produsen farmasi dan alat kesehatan B. Braun Indonesia yang berlokasi di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jabar, meluncurkan cairan infus pereda nyeri dan penurun panas ramah lingkungan dalam kemasan semi-rigid container.
"Cairan infus analgesik-antipiretik (pereda nyeri dan penurun panas) ini sepenuhnya diproduksi di dalam negeri," kata President Director B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel di Karawang, Selasa.
Ia menyampaikan, diluncurkannya cairan infus pereda nyeri dan penurun panas ramah lingkungan, menandakan bahwa B. Braun Indonesia mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian industri farmasi, sekaligus memastikan ketersediaan obat esensial bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Sulit dipercaya! Perusahaan ini ingin membangun pabrik farmasi di luar angkasa
Menurut dia, cairan infus tersebut dirancang untuk memberikan solusi medis yang aman, praktis, dan efektif bagi tenaga kesehatan.
Selain itu juga untuk mempertegas komitmennya dalam mendukung kemandirian industri farmasi nasional dengan memproduksi obat-obatan secara lokal di fasilitas manufakturnya yang berlokasi di Cikampek, Karawang.
"Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk berinvestasi di Indonesia, tidak hanya dalam hal produksi, tetapi juga dalam meningkatkan kapasitas dan teknologi lokal," katanya.
Disebutkan bahwa produksi cairan infus analgesik-antipiretik ini juga memperhatikan aspek terhadap dampak lingkungan.
Setiap langkah dalam proses produksinya didukung oleh sumber energi yang ramah lingkungan, termasuk pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,2 MwP yang mulai beroperasi pada April 2024.
PLTS ini menghasilkan sekitar 1.673 GWh listrik per tahun, memenuhi 20-30 persen kebutuhan listrik pabrik, dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 705-ton hanya dalam empat bulan pertama operasionalnya, kata Rainer Ruppel.
Corporate Communication B Braun Indonesia, Arya Warhana mengatakan bahwa selain menggunakan energi terbarukan, pihaknya juga berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari produknya, khususnya limbah medis.