
Puisi Denny JA: Dilema di Tanah Asing (Istimewa)
namun aku tetap terperangkap.
di antara kerinduan yang terus menggeliat
dan ketakutan yang tak kunjung padam.
Tubuhku renta,
di sini mereka memberiku kursi empuk,
segelas teh hangat,
dan janji bahwa aku tak perlu takut hari tua.
Tapi apakah itu cukup?
Apakah kursi empuk bisa menggantikan kerasnya rotan ibu?
Apakah teh hangat bisa menghapus kenangan kelapa segar
Sumber: Rilis